“I'm after love that lasts, not
more religion. I want you to know GOD, not go to more prayer meetings.” - Hosea
6:6
Hosea, namanya memiliki
arti “Keselamatan ada pada Allah”, adalah salah satu dari keduabelas nabi “kecil”
di dalam Perjanjian Lama. Sebenarnya menurut penulis, apa yang dilakukan Hosea
adalah sesuatu yang begitu besar, karena dia mengerti dan berbuat sesuatu yang menggambarkan
sedalam apa sakit hati dan kasih setia Allah.
Pada saat itu, sekitar
abad ke-8 SM, Hosea hidup ditengah-tengah Kerajaan Utara (Israel) yang dipimpin
oleh Yerobeam bin Yoas (2 Raja-raja 14:23-29), sezaman dengan nabi Yesaya dan
Amos. Situasi kerajaan pada zaman Hosea tidak beda dengan situasi raja Israel
pertama, Yerobeam bin Nebat, yaitu penyembahan berhala dan adanya bukit-bukit
pengorbanan.
Flashback
sedikit, Yerobeam bin Nebat membuat dua patung lembu dan menyuruh rakyat Israel
menyembah lembu tersebut sebagai allah mereka. Hal ini dilakukan karena
Yerobeam khawatir jika rakyat menyembah Allah, dimana Bait Allah berada di
Kerajaan Yehuda, maka rakyat dapat berbalik dan membunuh dirinya serta kembali
ke Kerajaan Yehuda (1 Raja-raja 12:25-33).
Zaman Yerobeam bin Yoas
(raja ke-14 Kerajaan Israel), rakyat Israel masih melakukan kebiasaan tersebut.
Namun, TUHAN masih menyayangi Israel dengan mengembalikan daerah Damsyik dan
Hamat-Yehuda ke dalam kekuasaan mereka (2 Raja-raja 14:23-29). Namun, inilah
yang menjadi salah satu pergumulan nabi Hosea. Dimana tugas Hosea adalah
memperingatkan dan mengajak rakyat Israel untuk bertobat, namun di sisi lain
TUHAN malah membantu Israel memperoleh kembali Damsyik dan Hamat-Yehuda. Ironi kah?
Jawabannya adalah
tidak, karena disinilah Hosea diajarkan mengenai kasih setia Allah. Hosea
diberi tugas Allah untuk menikahi Gomer, seorang penyundal, sebagai gambaran
bahwa Israel sudah berlaku sundal terhadap berhala. Hosea memperoleh tiga anak,
pertama dinamai Yizreel, berarti sedikit waktu lagi maka Allah akan menghukum
keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan akan mengakhiri pemerintahan kaum
Israel. Yang kedua adalah Lo-Ruhama, karena TUHAN tidak akan menyayangi lagi
kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka. Yang ketiga adalah Lo-Ami,
karena TUHAN tidak menggangap Israel sebagai umat-Nya lagi.
Lalu hal yang unik pun
terjadi, pada Hosea 1:10-12, TUHAN Allah memberikan nubuatan bahwa kaum Israel
bersama Yehuda akan dipersatukan dan mereka ini akan dikatakan sebagai “Anak-anak
Allah yang hidup.” Di dalam Hosea 11:8, dikatakan bahwa walaupun TUHAN harus
menghukum mereka, namun hati belas kasihan-Nya tidak tega untuk melakukannya. Wow…
selama 14 keturunan raja mereka bersundal dan menyakiti hati TUHAN, tetapi Allah
tetap mau menyayangi mereka!
Balik lagi ke Hosea,
tidak dijelaskan secara detail bagaimana kehidupannya selama menikahi Gomer dan
tugasnya memberitakan peringatan Allah. Namun dengan perbuatan-perbuatan
Israel, kemungkinan besar Hosea mengalami penolakan dan pengucilan. Kenapa? Diketahui
bahwa Damsyik dan Hamat-Yehuda menjadi bagian Israel lagi, maka pastinya rakyat
Israel akan berkeras dan meninggi hati sehingga melupakan TUHAN (lihat Hosea
13:6). Lalu dengan menikahi seorang wanita sundal, Hosea akan menjadi sasaran
empuk bahan olok-olok rakyat Israel. Hosea yang seorang nabi dan taat pada
Allah harus menikahi seorang yang sundal, dia yang menyuruh Israel bertobat
malah harus hidup dengan Gomer. Beban Hosea pun bertambah ketika si Gomer
ternyata malah berlaku curang dan tidur dengan laki-laki lain.
Namun TUHAN menyuruh
dia untuk mencintai istrinya lagi dengan membeli Gomer dengan seharga satu
orang budak (Hosea 3:1-2 versi The Message). Kemungkinan besar Gomer selingkuh
untuk memuaskan duniawinya dimana mungkin Hosea tidak bisa memberikan apa-apa
karena tugas utamanya adalah sebagai nabi. Bagaimana bisa Hosea melakukannya
lagi? Apakah terpaksa? Sepertinya tidak, karena Hosea mencintai istrinya,
inilah kasih tak bersyarat. Hosea yang tadinya mencintai istrinya, pasti sakit
hati karena dicurangi, inilah gambaran dari hati Allah untuk Israel. Kemudian
ketika Allah menyuruh Hosea mencintai istrinya lagi, Hosea harus membelinya dengan
harga mahal bagi seorang nabi seperti Hosea, ini juga merupakan gambaran Allah
bahwa Ia akan tetap mengasihi dan menyelamatkan Israel, bahkan Yehuda, dari
perbudakan dosa dengan membayar harga mahal (menurut penulis adalah gambaran
tentang penyelamatan melalui Yesus Kristus).
Dengan demikian, Hosea
adalah nabi yang mengerti bagaimana gemas dan sakitnya hati Allah karena
Israel. Namun, Hosea juga yang mengerti bagaimana kasih setia Allah yang mau
menghapuskan dosa Israel asalkan mereka mau bertobat seperti halnya dia
menyuruh Gomer untuk tidak bersundal kembali. Asalkan mereka bertobat, Allah
mau memulihkan dan mengasihi mereka dengan sukarela (Hosea 14:5). Disinilah Hosea
mengenal baik hati Allah. Semoga memberkati! GBU.
Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami
semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan
TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir
di situ. -Hosea 14:10

0 comments:
Post a Comment